More Than “Anak FK”

Sebagai “anak FK” tuh sebenarnya aku bisa ngapain sih buat kesehatan Indonesia?

 

Kedokteran merupakan bidang ilmu yang hampir selalu menjadi minat bagi banyak orang, bahkan dari tahun ke tahun menjadi salah satu jurusan dengan peminat terbanyak di perguruan-perguruan tinggi. Akan tetapi, setelah menjadi mahasiswa kedokteran, kita belum memiliki kapabilitas sebagai seorang dokter yang memiliki hak dan izin untuk melakukan tata laksana ataupun prosedur-prosedur lainnya. Seperti halnya yang telah kita ketahui, mahasiswa secara umum adalah agent of change, tak terkecuali mahasiswa kedokteran. Lalu, apa yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa kedokteran dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di masyarakat? 

 

Perlu diingat bahwa partisipasi mahasiswa kedokteran dalam aspek klinis selalu bersifat sukarela. Mengingat kembali bahwa mahasiswa kedokteran belum memiliki kapabilitas praktik sebagai dokter, maka aspek klinis yang dapat diintervensi adalah preventif dan promotif. Mari kita menapak tilas beberapa tahun lalu saat pandemi COVID-19 menyerang. Saat itu, mahasiswa kedokteran bersama mahasiswa rumpun kesehatan lainnya diamanatkan untuk mengambil peran sebagai relawan dalam penanggulangan COVID-19 tanpa berkontak langsung dengan pasien. Dalam hal ini, peran yang diambil ialah menyebarkan informasi hingga mengedukasi.

 

Pandemi COVID-19 telah usai dideklarasikan. Namun, berbagai permasalahan kesehatan tentunya masih jauh dari kata “usai”. Pada detik ini, hal apa yang bisa kita lakukan dan berikan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut? Berpartisipasi aktif dalam advokasi serta pemberian edukasi kepada masyarakat sekitar merupakan dua contoh yang dapat kita lakukan dalam mengambil peran untuk menyelesaikan masalah kesehatan:

 

  1. Berpartisipasi aktif dalam advokasi
    Advokasi merupakan salah satu bentuk dari strategi promosi kesehatan sehingga penting bagi tenaga dan calon tenaga kesehatan untuk mengetahui definisi serta tahapan-tahapan dalam proses advokasi. Jangan sampai proses pembuatan kebijakan kesehatan di Indonesia hanya dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki ikatan erat terhadap bidang tersebut, tetapi perlu juga ada partisipasi langsung dari orang-orang yang akan secara aktif terlibat di dalamnya. Advokasi tidak harus selalu dalam bentuk komunikasi langsung dengan pemegang kepentingan. Mahasiswa kedokteran juga dapat mengambil peran dalam grassroots advocacy. Advokasi ini akan melibatkan tahap organizing, mobilizing, dan engaging terhadap masyarakat agar mereka dapat melakukan advokasi untuk diri mereka sendiri. Hal ini dapat diperkuat dengan adanya fakta bahwa suara bersama mampu memberikan pengaruh yang kuat dalam proses pembuatan kebijakan.
  2. Pemberian edukasi
    Sebagai bagian dari lapisan masyarakat, mahasiswa memiliki peran sosial. Mahasiswa seharusnya bisa menjadi panutan di masyarakat sesuai dengan pengetahuan, tingkat pendidikan, norma penerapan, dan pola pikir. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa kedokteran yang dinilai memiliki tingkat keilmuan yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat pada umumnya, sudah seharusnya kita dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan peka terhadap isu-isu kesehatan yang ada dan membantu mengintervensi dengan menyebarkan informasi yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan  sosialisasi, seminar, diskusi umum, penggalangan bantuan sosial, serta pemberian kesempatan bagi seluruh mahasiswa kedokteran untuk menjadi relawan kesehatan.
    Tidak terbatas edukasi melalui media-media tersebut, kita juga bisa melakukan intervensi  dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari orang-orang terdekat kita dulu kok, salah satunya adalah keluarga. Pernah dengar bahwa keluarga adalah orang-orang yang paling sulit diedukasi? Sering mengalami buka konsultasi dadakan oleh sanak saudara saat lebaran tiba? Nah, di situlah tantangan bagi kita sebagai mahasiswa kedokteran untuk bisa menyampaikan informasi yang tepat dan meyakinkan langkah-langkah ataupun tindakan-tindakan yang sebaiknya dilakukan dengan tetap mempertimbangkan batasan peran kita sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Yuk, mulai ambil peran dalam menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia mulai dari dirimu, orang terdekatmu, dan masyarakat di sekitarmu!

 

Referensi:

  • Admin (2019) Pentingnya Kemampuan advokasi Bagi praktisi Kesehatan Masyarakat , FKKMK UGM. Available at: https://fkkmk.ugm.ac.id/pentingnya-kemampuan-advokasi-bagi-praktisi-kesehatan-masyarakat/.
  • Bosveld, M.H. et al. (2021) ‘Lessons learned: Contribution to healthcare by medical students during COVID-19’, Journal of Critical Care, 63. doi:10.1016/j.jcrc.2020.09.015.
  • Doddy (2020) Relawan Mahasiswa kesehatan SIAP Diterjunkan Membantu Masyarakat Hadapi covid-19, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Available at: https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/relawan-mahasiswa-kesehatan-siap-diterjunkan-membantu-masyarakat-hadapi-covid-19/.
  • Giving voice: The power of grassroots advocacy in Shaping Public Policy (2010) Views From the Field. Available at: https://www.gih.org/files/usrdoc/Grassroots_Advocacy_Sunflower_Foundation_November_2010.pdf.
  • Perlunya Pemikiran kreatif menghadapi ISU kesehatan di lingkungan sekitar – universitas riau (2021) Universitas Riau . Available at: https://unri.ac.id/perlunya-pemikiran-kreatif-menghadapi-isu-kesehatan-di-lingkungan-sekitar/.
  • Savitri, D. (2023) 20 Prodi S1 Terfavorit dari Berbagai Kampus di Utbk SNBT 2023, detikedu. Available at: https://www.detik.com/edu/seleksi-masuk-pt/d-6783554/20-prodi-s1-terfavorit-dari-berbagai-kampus-di-utbk-snbt-2023.
Author
devfolkastudio
Categories

Sexual Harassment

“Untuk ukuran perempuan, kamu sudah hebat sih” mungkin terdengar biasa, tapi bisa jadi bentuk pelecehan seksual yang halus. Pelecehan seksual tak selalu fisik — bisa juga lewat kata, tatapan, atau perilaku yang membuat seseorang merasa direndahkan dan tidak nyaman. Kenali bentuk-bentuknya, pahami dampaknya, dan jangan diam ketika mengalaminya. Kamu berhak merasa aman, didengar, dan dihormati.

CIMSA MORE – Dopamine Detox: Trik Otak Memanipulasi Fokus Diri

Hari Braille Sedunia: Himpunan Titik Jendela Dunia