CIMSA MORE - Dopamine Detox: Trik Otak Memanipulasi Fokus Diri  

CIMSA MORE - Dopamine Detox: Trik Otak Memanipulasi Fokus Diri  

image

Tulisan oleh: Brigitta Maulani (MCA Team 2021-2022)

Desain oleh: Lathifur Rasyidah (MCA Team 2021-2022)

 

Ayo, mengaku! Tidak ada orang yang senang melakukan hal-hal membosankan, bukan?

Ternyata, ada alasan mengapa kita tidak suka mengikuti pelajaran tertentu, seperti duduk di sesi acara yang tidak menarik atau ketika melakukan kegiatan aktif secara fisik seperti olahraga. Alasannya adalah otak kita! Otak sangatlah cerdas sehingga ketika kita melakukan sesuatu yang “kurang menyenangkan”, alam bawah sadar kita akan beranggapan sama dan mulai menolaknya.

Oleh karena itu, sulit bagi kita untuk berkonsentrasi atau menemukan motivasi untuk melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Mari kita ambil contoh; apabila Anda dapat memilih antara bermain game dan pergi olahraga, mana yang akan Anda pilih? Tentunya kebanyakan mengambil jalur menuju kebahagiaan yang paling mudah dan sangat menyenangkan, yaitu bermain game.

Nah, jalur mudah ini sebenarnya dipengaruhi oleh sebuah neurotransmitter yang diproduksi oleh otak kita yang bernama Dopamin. Senyawa ini dilepaskan ketika kita merasa terpenuhi dan atau ketika bahagia. Tidak harus karena hal-hal besar, mendengar suara notifikasi dari ponsel pun dapat membuat otak menghasilkan dopamin sehingga kita merasa senang, lalu jadi hilang fokus karena ingin segera membuka pesan tersebut. Ketika kita terlalu sering mengambil “jalur cepat” menuju kesenangan, jalur normal lainnya akan terasa berat dan sangat membosankan sehingga kita akan memilih untuk berhenti dan menghindarinya.

Maka dari itu, seorang psikolog bernama Dr. Cameron Sepah memperkenalkan metode Dopamine Detox yang diturunkan dari ilmu terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy). Tujuan utamanya bukanlah untuk mengurangi dopamin atau mengubah fungsi otak, tetapi detoks ini lebih ditujukan untuk mendorong orang untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk perilaku bermasalah, seperti kecanduan handphone dan berkurangnya kualitas pekerjaan karena kesulitan untuk fokus.

Dopamine Detox ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menjauhi social media, mengurangi waktu tatap-layar di semua perangkat, mengontrol diri untuk tidak bermain game atau menonton TV, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, detoks ini adalah bagian dari praktik mindfulness yang mana berarti kesadaran penuh dalam melakukan setiap kegiatan sehingga tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal lainnya.

Menarik, bukan? ‘Yuk, kita lakukan Dopamine Detox untuk meningkatkan produktivitas!

 

Referensi :

Dopamine fasting: Misunderstanding science spawns a maladaptive fad - Harvard Health (2020). Available at: https://www.health.harvard.edu/blog/dopamine-fasting-misunderstanding-science-spawns-a-maladaptive-fad-2020022618917 (Accessed: 7 September 2021).

Dopamine detox: How does it work? (2021). Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/dopamine-detox#dopamine (Accessed: 7 September 2021).

Dopamine, Smartphones & You: A battle for your time - Science in the News (2018). Available at: https://sitn.hms.harvard.edu/flash/2018/dopamine-smartphones-battle-time/ (Accessed: 7 September 2021).




 

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close
Top